<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Munggaran's Chaos Blog &#187; Spiritual Experience</title>
	<atom:link href="http://www.munggaran.com/category/spiritual-experience/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.munggaran.com</link>
	<description>Big Bang Cosmic Creativity Explosion</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 18:48:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dimanakah wajah yang bercahaya itu ?</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2010/07/20/dimanakah-wajah-yang-bercahaya-itu/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2010/07/20/dimanakah-wajah-yang-bercahaya-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 18:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual Experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, saya sempat menempati sebuah pesantren, namanya Al-Ihya yang berlokasi di Bogor. Saya masuk sebagai murid pesantren kilat selama satu bulan untuk mengisi waktu libur kenaikan sekolah dari SMP ke SMA. Pada usia saat itu di pikiran saya tidak pernah ada hal lain selain belajar, belajar dan belajar sesuatu yang baru. Suatu hari saya mendapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Dulu, saya sempat menempati sebuah pesantren, namanya Al-Ihya yang berlokasi di Bogor. Saya masuk sebagai murid pesantren kilat selama satu bulan untuk mengisi waktu libur kenaikan sekolah dari SMP ke SMA. Pada usia saat itu di pikiran saya tidak pernah ada hal lain selain belajar, belajar dan belajar sesuatu yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari saya mendapatkan materi tentang keajaiban Shalat Malam / Tahajjud, yang disebutkan bahwa orang yang melakukan shalat tahajjud akan bercahaya wajahnya, dan saat itu saya menganggap hal ini bersifat konotasi saja dan butuh penafsiran yang lebih mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi entah kenapa perasaan saya selalu mengartikan materi tersebut sebuah hal yang sifatnya nyata, bukan konotasi. Pada saat itu saya tidak berpikir panjang selain memperhatikan setiap wajah-wajah yang saya temui untuk melihat &#8220;mana cahaya-nyaaaaaaa ??&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap malam para santri selalu dibangunkan untuk Shalat malam dan setelah itu disuruh berdzikir dan setelahnya saya selalu memperhatikan orang-orang, &#8220;apa bedanya ??, mana cahanya-nya ???&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu pertama berlalu dengan kebingungan dengan materi Ustadz yang satu itu, rasa skeptis mulai menghantui dan ingin rasanya saya menanyakan hal ini secara langsung tapi selalu saya urungkan karena banyaknya materi lain yang harus saya pelajari takut ketinggalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu kedua, saya terus dan tetap penasaran tentang materi cahaya pada wajah, sepertinya  materi ini tidak kunjung selesai saya tafsirkan sendiri dibandingkan materi lain yang relatif mudah dipahami.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai pada akhir minggu ke-empat di pesantren, saya merasa sangat skeptis bahwa materi pertama Ustadz  itu bukan merupakan penerjemahan harfiah, namun saya tidak putus asa dan berpikir &#8220;mungkin harus ditafsirkan lebih lanjut atau ada catatan kaki yang menjelaskan konotasinya&#8221;. Sempat terbetik untuk mencari  jawabannya di rumah nanti karena hari itu adalah hari terakhir dari pesantren kilat selesai dan para santri se-angkatan pulang ke rumahnya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari-hari di pesantren telah lewat dan pada hari pendaftaran ulang sekolah, saya mendatangi SMA Cianjur yang alhamdulillah saya diterima pada sekolah favorit itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya saya tidak sadar&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi akhirnya saya paham maksud ucapan Ustadz tersebut&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya sedang berjalan menuju sekolah yang baru dan saya tidak melihat cahaya apa-apa pada banyak orang yang saya temui&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan itu semua logis&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena di pesantren, semua santri melakukan shalat malam yang artinya saya telah melihat mereka dalam kondisi wajah yang sudah bercahaya sehingga tidak ada bedanya karena saya belum pernah melihat mereka semua dalam kondisi  tidak melakukan shalat malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada hal lain yang saya pikirkan saat itu selain mentertawakan diri saya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hikmah dibalik kejadian ini : &#8220;Apabila kamu ingin mengajarkan atau memberi tahu  ilmu, berilah selalu contoh !&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2010/07/20/dimanakah-wajah-yang-bercahaya-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panjang umur &amp; awet muda</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 17:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual Experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Kurang begitu ingat waktunya, tapi sekitar seminggu yang lalu (15 November), waktu itu saya bangun pagi banget, subuh-subuh sekitar jam 4:00,  perasaan saya waktu itu terasa enak dan nyaman, tidak seperti biasanya yang ogah-ogahan bangun pagi. Seperti biasa saya langsung ambil air wudhu, kemudian sembahyang shubuh setelah suara adzan berhenti, dan saya mendapatkan 2 buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Kurang begitu ingat waktunya, tapi sekitar seminggu yang lalu (15 November), waktu itu saya bangun pagi banget, subuh-subuh sekitar jam 4:00,  perasaan saya waktu itu terasa enak dan nyaman, tidak seperti biasanya yang ogah-ogahan bangun pagi. Seperti biasa saya langsung ambil air wudhu, kemudian sembahyang shubuh setelah suara adzan berhenti, dan saya mendapatkan 2 buah ilham setelah saya beribadah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ilham yang pertama berupa aturan bagaimana seseorang memperoleh umur yang panjang, dan yang kedua bagaimana aturan seseorang untuk hidup awet muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat saja, semuanya berawal dari sedekah, memberi, tentunya pemberian yang ikhlas, bukan terpaksa atau dipaksa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua jenis hal yang bisa diberikan oleh manusia, yakni materi dan spiritual, gampangnya materi = ngasih duit, sedangkan spiritual = ngasih ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan memiliki aturan, yakni memberikan materi kepada manusia lain yang sedang membutuhkan maka Insya Allah akan memanjangkan umur manusia tersebut,, koq bisa ?, jawabannya karena Tuhan merasa bahwa apabila dia segera memanggil orang tersebut (mematikannya), maka akan banyak rejeki orang lain yang terputus.</p>
<p style="text-align: justify;">Aturan yang kedua, apabila seorang manusia dengan ikhlas memberikan ilmu kepada manusia lain, maka Insya Allah akan dibuat awet muda, alasannya karena Tuhan ingin dia tetap meneruskan kegiatannya, karena seseorang tersebut pastinya membutuhkan penampilan yang menarik untuk didengar, dipahami, dilihat, maka dibuatlah orang itu awet muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya belum menemukan contoh kongkrit (nyata) untuk orang yang suka memberi materi = panjang umur, tapi yang saya tahu untuk contoh yang memberikan ilmu itu ada, guru SD saya, dulunya guru SD itu pernah ngajarin nyokap, dan sampai nyokap kawin punya anak = saya, saya-pun diajarin sama guru itu, jadinya guru 2 generasi tuh. Hebatnya guru itu penampilannya awet muda meski umurnya sudah mau kepala 6, dan itu terjadi bukan pada satu atau dua guru saja, tapi ternyata banyak guru yang saya kenal tampil awet muda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
