<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Munggaran's Chaos Blog</title>
	<atom:link href="http://www.munggaran.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.munggaran.com</link>
	<description>Big Bang Cosmic Creativity Explosion</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Feb 2010 17:47:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nomor cantik</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2010/02/17/nomor-cantik/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2010/02/17/nomor-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 16:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini sebenernya agak-agak gimanaaaa gitu, tapi lucu banget buat di share&#8230;&#8230;
Dulu waktu masih ngekos, anak-anak kost suka ngumpul di salah satu kamar anak kost yang punya gelar &#8220;oom kodok&#8221;. Di tempat itu biasanya anak-anak pada ngobrol-ngobrol ngomongin yang baru-baru, dan suatu waktu pada pamer-pamerin nomor cantik HP-nya&#8230;&#8230;
A: Nomor gue nih xxx66 7777
B: Gue nih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Cerita ini sebenernya agak-agak gimanaaaa gitu, tapi lucu banget buat di share&#8230;&#8230;</p>
<p>Dulu waktu masih ngekos, anak-anak kost suka ngumpul di salah satu kamar anak kost yang punya gelar &#8220;oom kodok&#8221;. Di tempat itu biasanya anak-anak pada ngobrol-ngobrol ngomongin yang baru-baru, dan suatu waktu pada pamer-pamerin nomor cantik HP-nya&#8230;&#8230;</p>
<p>A: Nomor gue nih xxx66 7777</p>
<p>B: Gue nih xxx991234</p>
<p>C: kalo gue : xxx131313</p>
<p>D, E, F, G, semua pada pamer nomor cantik HP-nya sampai terjadi perbincangan hebat.</p>
<p>Eh tau-tau dateng anak kost yang baru selesai mandi yang pastinya ngedengerin suara anak-anak yang pada pamer nomor, trus dia bilang &#8220;ah, nomor HP gue paling cantik diantara punya elo elo semua !, gue punya buktinya &#8221;</p>
<p>trus pada berenti sebentar tuh, pada diem nengok ngeliatin dia, trus pada nanya pake gaya setengah sinis setengah belagu gitu &#8220;emang nomornya brapa sih ?&#8221;, &#8220;ah gak mungkin la&#8221;, dst.</p>
<p>trus&#8230;&#8230;., dengan pede-nya tu anak ngasih nomor &#8220;nih !, nomor gue xxx126889 !!!&#8221;</p>
<p>eh ngakak semua !!!, tapi dia buru-buru ngeles &#8220;eh tunggu dulu, denger dulu penjelasan gue, ini ada penjelasannya, DENGER DULU WOI !&#8221; gitu</p>
<p>dia jelasin lah tu nomor&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8220;eh ini nomor kudu dibaca pake bahasa cina !&#8221;, 1-2-6-8-8-9, itu dibacanya I-ji-lak-pe-pe-kau !!! I(dia bacanya &#8220;ai&#8221;) JI LAT PE PE KAU !!! Ai JILAT PEPEK KAU !!!!!!!&#8221;</p>
<p>&#8220;CANTIK KAAAAAN !!!??&#8221;</p>
<p>&#8220;GILA !!!, BENER JUGA, ANJRIT KEREN ABIS TU NOMOR !!!&#8221; kata anak-anak pada celoteh-celoteh</p>
<p>trus pada ngeluarin gaya niru nyembah dewa gitu ke dia, WAHAHAHAHAHAHAHA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2010/02/17/nomor-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titik dewasa teknologi informasi</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2010/02/16/titikdewasateknologiinformasi/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2010/02/16/titikdewasateknologiinformasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 16:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Jasa pelayanan gratis ber-Internet seperti Yahoo, Google, Microsoft yang menyediakan berbagai fasilitas seperti messaging, email, blog, video, sampai penyimpanan dokumen, dan konten lainnya sudah menjadi hal umum di masyarakat sekarang. Tapi ada apa sebenarnya dibalik itu semua ?
Kenapa sih bisa gratis ?
Ada beberapa alasan mengapa penyedia jasa memberikan jasanya secara gratisan, beberapa diantaranya:

mengambil pendapat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Jasa pelayanan gratis ber-Internet seperti Yahoo, Google, Microsoft yang menyediakan berbagai fasilitas seperti messaging, email, blog, video, sampai penyimpanan dokumen, dan konten lainnya sudah menjadi hal umum di masyarakat sekarang. Tapi ada apa sebenarnya dibalik itu semua ?</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa sih bisa gratis ?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa alasan mengapa penyedia jasa memberikan jasanya secara gratisan, beberapa diantaranya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>mengambil pendapat dari media iklan<br />
ini sudah umum, dilakukan google, facebook, detik.com dll</li>
<li>jasa untuk corporate<br />
pengguna kantoran harus bayar, pribadi tidak bayar, contoh: google site</li>
<li>exit strategy<br />
bikin dulu sampai terkenal, setelah terkenal ditawarkan untuk dijual/diakusisi ke pihak lain, supaya bisa dipakai untuk mendapatkan traffic yang ujung-ujungnya duit juga, contoh : youtube (sudah diakusisi google), meebo (kasian blom laku, hehehe)</li>
<li>business intelligence<br />
misal ada seorang sutradara ingin membuat sebuah film tapi sebelumnya dia ingin mengetahui jenis film yang sedang digandrungi masyarakat melalui informasi yang bisa diambil dari statistik video yang banyak digandrungi di youtube sehingga sutradara tersebut merasa lebih yakin kalau film action lah yang sedang digandrungi</li>
<li>jualan informasi<br />
di US ada beberapa website yang menyediakan layanan premium berbayar untuk membaca berita-berita top</li>
<li>&#8230;&#8230;dan masih banyak lagi (cari sendiri yah)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pada artikel ini saya akan menitik-beratkan pada jasa yang mengambil keuntungan dari jejaring sosial seperti facebook, friendster, multiply, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftar gratis, bisa cari teman gratis, bisa chating gratis, bisa taruh album foto gratis, begitulah trend sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">ya ya ya, lalu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah terpikirkan akan adanya jejaring sosial bersistem syari&#8217;ah / bagi hasil ?</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan yang diraup facebook, friendster dan situs jejaring sosial lainnya memungkinkan untuk membuat penggunanya semakin tertarik dengan adanya sistem affiliasi (dapet duit kalau profile atau tulisannya banyak diliat orang), atau bisa saja terang-terangan berlaku seperti google adsense, user akan mendapatkan bagi hasil dari keuntungan iklan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut opini saya, situs yang memulai mengusung sistem jejaring bermodel syari&#8217;ah ini akan sangat memukul mundur pesaingnya, siapa sih yang gak mau duit ?</p>
<p style="text-align: justify;">So ?, social network berbasis syari&#8217;ah (bagi hasil), sampai disini saja kah ?, kemudian apa lagi ?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">belum&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">biasanya para penyedia jasa selalu bersikap <span style="text-decoration: line-through;">tamak </span>inovatif mengembangkan aplikasinya, seperti google yang dimulai dari mesin pencari, merambah ke email, messaging gtalk, dan sekarang mulai meraba ke social networking.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya optimis bahwa sebuah penyedia jasa nanti akan memiliki sebuah paket lengkap atas seseorang (daftar sekali =&gt; terdaftar semua), ya ini sih sekarang juga sebagian sudah berjalan seperti yahoo (messenger+mail+groups+flickr, dll), tapi di masa depan nanti akan ada suatu tatanan umum account seperti layaknya operator telepon di Indonesia yang bisa berkirim sms lintas operator (kapan ya kita bisa ngirim message lintas social network? hahaha&#8230;.), dan terlebih lagi mungkin operator telekomunikasi akan dibeli/diakusisi sehingga menjadi sebuah paket perangkat telepon + social network (telepon, messaging, kalender, GPS, storage, dll) dalam satu alat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir cerita saya yang nerawang ini, teknologi informasi berakhir pada titik kedewasaannya dimana teknologi bisa membiayai dirinya sendiri, maksud saya orang tidak perlu membayar sepeserpun untuk sebuah perangkat karena dengan menggunakannya berarti sudah menghasilkan uang dari iklan yang bisa dipakai untuk membayar biaya operasionalnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bagaimana dengan produk-produk inovatif yang terus berkembang tanpa batas?, misalnya game atau aplikasi perkantoran yang tadinya harus berbayar, apakah akan disapu juga dengan model sistem informasi berbasis syari&#8217;ah ini juga?</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini saya masih belum punya bayangan di masa depan nanti dan bertanya-tanya : &#8220;produk IT apakah yang nanti akan diperjual-belikan di masyarakat serba gratis ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2010/02/16/titikdewasateknologiinformasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Moksi yang hilang</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2010/01/26/moksi-yang-hilang/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2010/01/26/moksi-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 18:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Madness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[2010, sudah 25 hari beranjak semenjak hari tahun baru dan pada hari ini saya menyadari diri saya yang kehilangan arah. Perasaan mengerjakakan sesuatu yang hampa, makan hampa, hampir semua kegiatan saya lakukan demi Allah saja, tanpa mempedulikan apakah saya senang atau tidak meski terkadang saya menjadi lelah dan meninggalkan semuanya.
Saya bercita-cita untuk menjadi seorang penemu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">2010, sudah 25 hari beranjak semenjak hari tahun baru dan pada hari ini saya menyadari diri saya yang kehilangan arah. Perasaan mengerjakakan sesuatu yang hampa, makan hampa, hampir semua kegiatan saya lakukan demi Allah saja, tanpa mempedulikan apakah saya senang atau tidak meski terkadang saya menjadi lelah dan meninggalkan semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bercita-cita untuk menjadi seorang penemu, pada bidang IPTEK, saya ingin melakukan riset mengenai management pengetahuan yang terdifusi, semacam artificial intelligence yang bisa terus belajar sendiri, tapi cita-cita itu terlupakan oleh rintangan hidup yang acapkali berusaha menempatkan saya pada kondisi didalam syarat, semisal apabila saya ingin memasak sup ayam maka saya harus membeli ayam, sayuran, dan bumbu ke pasar. Tapi tidak semudah itu !, saya dihimbau untuk mempelajari ayam mana yang bagus, sayuran mana yang baik, dan bumbu mana yang enak, dan saya juga harus menyiapkan uangnya yang saya tidak punya !, sehingga saya harus mencari uang terlebih dahulu. Untuk mencari uang saya harus bekerja, dan untuk bekerja maka saya harus mencari lowongan yang cocok antara kemampuan dan jabatan. Untuk masuk kerja saya harus terlebih dahulu melakukan testing, wawancara, dan probation, sampai akhirnya saya diposisikan menjadi pegawai tetap.</p>
<p>Dan&#8230;&#8230;.. saya melupakan niat saya yang pertama : Makan sup ayam.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Richard Brodie, perhatian adalah separuh dari kesadaran, tapi menurut saya lebih dari itu. Entah bagaimana dunia dan masyarakat telah menciptakan alat-alat untuk cenderung melupakan manusia dari tujuannya dengan cara menginterupsi perhatian dan membuat perhatian benar-benar tertuju melupakan tujuan utama dengan suguhan kenyamanan terprogram dan/atau tujuan utama baru. Manusia hidup 24 jam sehari, 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk bekerja dan 8 jam untuk melakukan hal lain. Intinya manusia normal hanya memiliki 8 jam waktu untuk membuat dirinya lebih mulia, namun apa yang terjadi ?, sedikit demi sedikit perhatian manusia diinterupsi dengan berbagai situasi basa-basi, perjalanan, tontonan, birokrasi, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu manusia habis dalam perjalanan kerja sepanjang hari, habis oleh tontonan yang berulang kali dilihat tanpa menghasilkan buah pikiran baru, interupsi telepon genggam yang lucunya dapat memposisikan seseorang yang menelepon menjadi lebih penting ketimbang  yang sedang diajak bicara.</p>
<p>tapi syukurlah, kesadaran saya pada hari ini telah kembali&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2010/01/26/moksi-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panjang umur &amp; awet muda</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 17:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual Experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Kurang begitu ingat waktunya, tapi sekitar seminggu yang lalu (15 November), waktu itu saya bangun pagi banget, subuh-subuh sekitar jam 4:00,  perasaan saya waktu itu terasa enak dan nyaman, tidak seperti biasanya yang ogah-ogahan bangun pagi. Seperti biasa saya langsung ambil air wudhu, kemudian sembahyang shubuh setelah suara adzan berhenti, dan saya mendapatkan 2 buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Kurang begitu ingat waktunya, tapi sekitar seminggu yang lalu (15 November), waktu itu saya bangun pagi banget, subuh-subuh sekitar jam 4:00,  perasaan saya waktu itu terasa enak dan nyaman, tidak seperti biasanya yang ogah-ogahan bangun pagi. Seperti biasa saya langsung ambil air wudhu, kemudian sembahyang shubuh setelah suara adzan berhenti, dan saya mendapatkan 2 buah ilham setelah saya beribadah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ilham yang pertama berupa aturan bagaimana seseorang memperoleh umur yang panjang, dan yang kedua bagaimana aturan seseorang untuk hidup awet muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat saja, semuanya berawal dari sedekah, memberi, tentunya pemberian yang ikhlas, bukan terpaksa atau dipaksa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua jenis hal yang bisa diberikan oleh manusia, yakni materi dan spiritual, gampangnya materi = ngasih duit, sedangkan spiritual = ngasih ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan memiliki aturan, yakni memberikan materi kepada manusia lain yang sedang membutuhkan maka Insya Allah akan memanjangkan umur manusia tersebut,, koq bisa ?, jawabannya karena Tuhan merasa bahwa apabila dia segera memanggil orang tersebut (mematikannya), maka akan banyak rejeki orang lain yang terputus.</p>
<p style="text-align: justify;">Aturan yang kedua, apabila seorang manusia dengan ikhlas memberikan ilmu kepada manusia lain, maka Insya Allah akan dibuat awet muda, alasannya karena Tuhan ingin dia tetap meneruskan kegiatannya, karena seseorang tersebut pastinya membutuhkan penampilan yang menarik untuk didengar, dipahami, dilihat, maka dibuatlah orang itu awet muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya belum menemukan contoh kongkrit (nyata) untuk orang yang suka memberi materi = panjang umur, tapi yang saya tahu untuk contoh yang memberikan ilmu itu ada, guru SD saya, dulunya guru SD itu pernah ngajarin nyokap, dan sampai nyokap kawin punya anak = saya, saya-pun diajarin sama guru itu, jadinya guru 2 generasi tuh. Hebatnya guru itu penampilannya awet muda meski umurnya sudah mau kepala 6, dan itu terjadi bukan pada satu atau dua guru saja, tapi ternyata banyak guru yang saya kenal tampil awet muda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/11/22/panjang-umur-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jualan yang aneh</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/11/04/ualan-yang-aneh/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/11/04/ualan-yang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 10:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[Misc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu saya melakukan riset barang di pasar wholesaler/dropshipper, dan akhirnya menemukan satu situs yang barangnya bisa dibilang OK dan harganya murah. Buka-bukaan aja deh, barangnya berupa tas, harganya $12.25, yang saya pajang di eBay $60,  WOW !, koq bisa mahal banget ?
begini ceritanya&#8230;&#8230;
Harga tasnya $12.25
Yang mau belinya dari Greece, ongkos pengiriman : $22.45
Biaya packing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Bulan lalu saya melakukan riset barang di pasar wholesaler/dropshipper, dan akhirnya menemukan satu situs yang barangnya bisa dibilang OK dan harganya murah. Buka-bukaan aja deh, barangnya berupa tas, harganya $12.25, yang saya pajang di eBay $60,  WOW !, koq bisa mahal banget ?</p>
<p>begini ceritanya&#8230;&#8230;</p>
<p>Harga tasnya $12.25</p>
<p>Yang mau belinya dari Greece, ongkos pengiriman : $22.45</p>
<p>Biaya packing : $10</p>
<p>jadi ditotal $12.25 + $22.45 + $10 = $44.70</p>
<p>ehhhhh&#8230;&#8230;., masih ada fee eBay + fee PayPal sekitar $5, jadi $44.70 + $5 = $49.70 = $50</p>
<p>Buset, dari satu tas jadinya ngambil untung $10, padahal dari transaksinya $60, potongan dimana-mana, hahahaha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/11/04/ualan-yang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Change</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/10/07/change/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/10/07/change/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 16:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Madness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Today, something change in me, things that born after someone repeat an activity for certain time.
It&#8217;s start with money table, which constantly bothering me for past this week. The problem is the income that I earn are coming from niche thing, not politically continue to flow,  if I mean my self become overdevelop, yeah I [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Today, something change in me, things that born after someone repeat an activity for certain time.</p>
<p style="text-align: justify;">It&#8217;s start with money table, which constantly bothering me for past this week. The problem is the income that I earn are coming from niche thing, not politically continue to flow,  if I mean my self become overdevelop, yeah I know it&#8217;s still next 20 or 30 years ahead but who knows ?</p>
<p style="text-align: justify;">The main reason of my thought is condition &#8220;of how if  I fall ?&#8221; and I can&#8217;t just calm down taking answer &#8220;relax dude, you just mind thing that not yet happen&#8230;.&#8221;, but still, the question is &#8220;what if that happen ???&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">The question became forked in two ways, and both ways continue to make another path, surrounds me, it&#8217;s like force to not believe thats moon was up there. Have you ever been believe in something but forced to not believe ?, so painful , pervade,  and sometimes forced to get used to it.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/10/07/change/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analogi Kepercayaan yang berubah menjadi Keyakinan</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/07/29/analogi-kepercayaan-yang-berubah-menjadi-keyakinan/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/07/29/analogi-kepercayaan-yang-berubah-menjadi-keyakinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 05:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Saya seringkali melihat orang disekitar saya memahami Agama hanya sebagai ritual, trend, atau bawa&#8217;an sejak lahir yang di titah-kan kepada dirinya tanpa adanya keinginan sendiri untuk mengeksplorasi kebenarannya dan beberapa orang berpendapat &#8220;semua Agama sama, mengajarkan kebaikan&#8221;.
Banyak juga yang menganggap Agama hanya bullshit, sebab tidak bisa dibuktikan secara Ilmiah, misalnya kehidupan setelah mati, mau gimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya seringkali melihat orang disekitar saya memahami Agama hanya sebagai ritual, trend, atau bawa&#8217;an sejak lahir yang di titah-kan kepada dirinya tanpa adanya keinginan sendiri untuk mengeksplorasi kebenarannya dan beberapa orang berpendapat &#8220;semua Agama sama, mengajarkan kebaikan&#8221;.</p>
<p>Banyak juga yang menganggap Agama hanya <em>bullshit</em>, sebab tidak bisa dibuktikan secara Ilmiah, misalnya kehidupan setelah mati, mau gimana bukti&#8217;innya ?, mati dulu ?</p>
<p>Trus gimana donk ?</p>
<p>Nah&#8230;&#8230;.., saya punya contoh lucu analogi yang mirip dengan hal ini.</p>
<p>Memandang hal ini mirip seperti Pria yang memilih calon Istri untuk dinikahi. Bagaimana Si Pria tahu kalau calon Istrinya perawan ??, dicoba dulu ???, HAH !!???</p>
<p>pastinya ENGGA DONK !</p>
<p>tapi bagamana cara tahunya ?, nah&#8230;&#8230; disinilah perjalanan seorang manusia yang berawal dari sekedar &#8220;percaya&#8221; untuk berjuang menemukan &#8220;keyakinan&#8221;.</p>
<p>Well, kita tidak bisa begitu saja menanyakan &#8220;Eh kamu perawan gak ?&#8221;, sama seperti orang yang menanyakan &#8220;Eh ini Agama bener ga ?&#8221;, melainkan kita harus memulai dari informasi terkecil yang ada, seperti siapa orang tuanya, silsilahnya, sekolahnya, kehidupan kesehariannya, temannya, dll. Agama juga sama begitu dimulai dari sejarahnya, pembawanya, konsep ajarannya, dll.</p>
<p>Misalkan si calon Istri hobi-nya clubbing, dugem sampai pagi, suka bercengkrama dengan banyak pria, yaaaaaaa&#8230;&#8230; bukannya saya men-judge wanita ini sudah tidak perawan lagi, tapi hal ini sudah menurunkan penilaian saya, dan saya akan mencari wanita lain yang lebih baik kredibilitasnya.</p>
<p>Sejujurnya saya tidak bisa menuliskan semua faktor pendukung yang bisa dilakukan untuk menguji apakah seorang wanita perawan atau tidak, menguji apakah suatu Agama benar atau tidak, karena blog saya ini pastinya tidak akan muat untuk menuliskan semua materinya.</p>
<p>Intinya : Jalan hidup setiap manusia berawal dari &#8220;Percaya&#8221; menuju &#8220;Yakin&#8221;</p>
<p>Ps.Anda masih ragu ?, apakah anda yakin kalau ibu anda adalah ibu yang melahirkan anda ?, mengapa anda begitu yakin sementara anda tidak pernah menyaksikan anda dilahirkan ? Pastinya anda meyakininya dari aspek informasi yang ada pada diri anda sendiri seperti dagu-nya mirip ibu, matanya mirip ayah, kulitnya sawo matang seperti ibunya, dll. Anda yakin kan ?, atau anda masih ragu ?, masih ragu dengan Agama anda ?, berjuanglah untuk Yakin, tidak hanya sekedar Percaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/07/29/analogi-kepercayaan-yang-berubah-menjadi-keyakinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua fundamental Persepsi</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/07/29/dua-fundamental-persepsi/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/07/29/dua-fundamental-persepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 19:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya akan menuliskan dua analogi fundamental mengenai &#8220;Persepsi&#8221; :

Bagaimana lampunya bisa menyala kalau listriknya kurang ?
Para ahli berpendapat bahwa bagian otak manusia modern yang bekerja hanya 5-6% dari kapasitas keseluruhan, yang artinya sisa dari 100-6 = 94% diatur oleh alam bawah sadar, tapi apakah ini fakta ?, atau hanya kira-kira saja? Sejujurnya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Hari ini saya akan menuliskan dua analogi fundamental mengenai &#8220;Persepsi&#8221; :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bagaimana lampunya bisa menyala kalau listriknya kurang ?<br />
Para ahli berpendapat bahwa bagian otak manusia modern yang bekerja hanya 5-6% dari kapasitas keseluruhan, yang artinya sisa dari 100-6 = 94% diatur oleh alam bawah sadar, tapi apakah ini fakta ?, atau hanya kira-kira saja? Sejujurnya saya berpendapat bahwa otak kita tidak bekerja banyak karena tidak dinyalakan, analoginya sama seperti lampu. Kalau 1 lampu butuh 50 watt, maka supply untuk menyalakan 10 lampu jelas harus 500 watt, begitu pula otak kita, kalau ingin bekerja lebih banyak, seharusnya  diberi konsumsi lebih banyak protein, dha, salmon oil, dll, karena sejujurnya bagaimana otak bisa bekerja tanpa energi ? seperti mobil tanpa bensin.</li>
<li>Saya tahu karena saya gunakan<br />
Coba bayangkan apabila semenjak lahir kita tidak pernah melihat sinar apapun, apakah kita akan percaya bahwa kita punya mata ?, well&#8230;.., maksud saya&#8230;&#8230; saya hanya berpendapat mungkin kita memiliki pengindera&#8217;an lain selain mata, peraba, penciuman, perasa dan pendengaran, hanya saja kita sudah &#8220;dibutakan&#8221; untuk tidak bisa menggunakannya.<br />
Para ahli sepakat akan adanya indra ke-6, dimana seseorang memiliki persepsi tentang sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, contohnya pemain basket, yang memiliki kemampuan untuk melempar sebuah bola agar tepat masuk kedalam keranjang, yang menjadikannya dia bisa &#8220;melihat&#8221; ke arah mana bola akan jatuh apabila dia mengamati orang lain melempar bola. Contoh lain misalnya si pemain basket tersebut terbiasa mendengar langkah kawannya yang bergerak di belakangnya, sehingga tanpa perlu dilihat dia bisa yakin mengoper bola, hebatnya dia bisa tahu pasti perbedaan langkah lawan dan langkah temannya. Yang saya yakini kemampuan persepsi ini terjadi karena seringnya latihan berulang-ulang, sehingga semakin memantapkan ketepatan si pemain basket baik melempar bola atau dimana posisi temannya hanya dari mendengar suara langkahnya.</li>
</ol>
<p>Intinya :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kamu ingin menjadi lebih baik, makanlah selalu makanan yang bergizi dan bekerjalah secara tertib dan konsisten, karena kedua hal itulah yang akan membuahkan persepsi didalam diri manusia. Buah yang hanya bisa dipetik oleh manusia yang sehat dan suka bekerja keras.</p>
<p>ps. untuk beberapa orang, mungkin ini bisa menjelaskan mengapa hidupnya tidak pernah berubah, membosankan dan begitu-begitu saja dari hari ke hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/07/29/dua-fundamental-persepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Conduct Business Yang Aneh</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/07/24/conduct-business-yang-aneh/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/07/24/conduct-business-yang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 20:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau cerita tentang hidup saya di dunia pararel lain,
Di dunia itu saya hidup sebagai orang miskin, hidup mengandalkan kios jualan di pasar, kalau mau apa-apa harus kerja keras dan cari pekerjaan tambahan.
Suatu hari saya mendapatkan sebuah kupon fitnes gratis di Fitness First, karna saya orang miskin, jadinya saya tidak mau kehilangan kesempatan ini&#8230;, mumpung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya mau cerita tentang hidup saya di dunia pararel lain,</p>
<p>Di dunia itu saya hidup sebagai orang miskin, hidup mengandalkan kios jualan di pasar, kalau mau apa-apa harus kerja keras dan cari pekerjaan tambahan.</p>
<p>Suatu hari saya mendapatkan sebuah kupon fitnes gratis di Fitness First, karna saya orang miskin, jadinya saya tidak mau kehilangan kesempatan ini&#8230;, mumpung gratis gituloh.</p>
<p>Saya coba dari mulai kegiatan senam, tread mill, sepeda, dan spa tapi jujur 300 ribu sebulan untuk biaya fitnes terlampau mahal untuk orang miskin seperti saya, namun positif saya benar-benar menyukai kegiatannya, ingin jadi member, jadi bagaimana donk ?,</p>
<p>Setelah memutar otak, saya menemukan sebuah cara !, dan akhirnya saya join fitnes tersebut, 300 ribu sebulan, oke.</p>
<p>Setiap pagi saya membawa makanan dan minuman dari rumah, pergi ke tempat fitnes, siangnya saya berjualan di pasar, dan sore-nya setelah berjualan, saya fitnes lagi dech, ga mau rugi sudah bayar 300 ribuw, ehehehe.</p>
<p>Penasaran darimana 300 ribu itu saya tutupi ?</p>
<p>Begini&#8230;.</p>
<p>Setiap pagi saya selalu membawa sebungkus nasi dan sebotol air mineral yang saya makan di tempat fitnes, botol minumanya kan kosong, naaaaaaah, saya selalu isi dengan sabun atau shampoo gratisan di kamar mandi, supaya tidak terlalu mencolok, pagi saya bawa sebotol sabun dan sorenya sebotol shampoo, kemudian saya menjualnya di toko saya dengan harga sangat murah @10 ribu saja, dan LAKU !, hahahahah !!!</p>
<p>Sebulan penuh 30 hari, saya berhasil menjual semuanya, 60 botol = 600 ribu, bukannya rugi bayar fitnes, tapi malah untung !!!!!!, nilai lebihnya lagi saya tidak perlu mandi di rumah yang membuat rekening air jadi berkurang, dan badan saya jadi fit, berbentuk, sehat <img src='http://www.munggaran.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>licik bener ya minter-minterinnya, malu sih ngakuinnya, mau gimana lagi, ya itulah gue.</p>
<p>Oke oke oke&#8230;&#8230;, kembali ke dunia ini&#8230;.., sebenernya hal ini juga bisa diterapkan di dunia ini sih, tapi saya punya cara lain untuk dapetin 600 ribu tanpa pakai cara yang tadi, cuman&#8230;&#8230; saya mencoba untuk mencontoh teknik ini ke dunia ini, bisa saja saya membawa botol kecil setiap pergi ke McDonald untuk mendapatkan sausnya, atau setiap ke hotel, saya bawa sendal, dan sikat giginya, hahaha, tapi masih perlu dipikirkan secara aplikatif gimana balik modalnya.</p>
<p>Untuk contoh besarnya, saya belum menemukan yang bisa dijadikan &#8220;Real Conduct Business&#8221;, dan seandainya ketemu-pun pastinya ga saya kasih tahu donk, dipraktekin sendiri dulu, hahaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/07/24/conduct-business-yang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Virus Akal Budi</title>
		<link>http://www.munggaran.com/2009/07/14/virus-akal-budi/</link>
		<comments>http://www.munggaran.com/2009/07/14/virus-akal-budi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 09:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munggaran.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin, saya sempat jalan-jalan di Pasar Festifal, niatnya mau creambath karna rambut saya yang gondrong ini jadi jelek kalau belum dikasih gingseng. Karena stylist yang biasa megang saya lagi megang orang lain, jadinya saya nunggu sambil jalan-jalan muterin tu pasfes trus nemu buku lama, judulnya &#8220;Awas! Virus AkalBudi&#8221; GANAS (JANGAN BACA!). Begitu judulnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: justify;">Hari minggu kemarin, saya sempat jalan-jalan di Pasar Festifal, niatnya mau creambath karna rambut saya yang gondrong ini jadi jelek kalau belum dikasih gingseng. Karena stylist yang biasa megang saya lagi megang orang lain, jadinya saya nunggu sambil jalan-jalan muterin tu pasfes trus nemu buku lama, judulnya &#8220;Awas! Virus AkalBudi&#8221; GANAS (JANGAN BACA!). Begitu judulnya, ga banget yak, masak buku dilarang baca, hahaha, pinter-pinteran aja yg ngarangnya biar penasaran kali ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini mengisahkan tentang memetika yang berdifusi (ngumpul) dan disebut akalbudi. Analoginya misalkan badan manusia yang terdiri dari tulang kering, daging, kulit,  otot, darah, kalau dibungkus = dinamakan kaki, nah&#8230;.. memetika itu bagian-bagian dari pikiran yang berdifusi sehingga membentuk akalbudi manusia. Contohnya misalkan minuman Coca-Cola menggunakan slogan &#8220;Berpikir Positif !&#8221;, kemudian slogan itu ditempel dimana-mana sehingga menyebabkannya menjadi sebuah meme asosiasi yang membuat orang kalau teringat kalimat &#8220;berpikir positif&#8221; akan teringat pada Coca-Cola. Dan pikiran ini sifatnya menular dari individu ke individu, dimana gabungan-gabungan meme yang ada pada manusia bisa mengakibatkan dampak yang tidak selalu positif, semisal apabila saya ditawari minuman di restoran yang satu warnanya hijau ntah apa dan satulagi hitam bersoda dan kalengnya warna merah, maka saya memiliki kecenderungan untuk memilih yang hitam secara tidak sadar itu karena mirip Coca-Cola. Kalau kita masih memahami mengapa kita bisa memiliki keinginan untuk A atau B, bisa menjelaskan memetika &#8220;mengapa&#8221;, artinya kita masih dalam posisi mengontrol diri kita. Nah&#8230;.., buku ini mengajarkan cara kita memahami bahkan mengontrol pikiran kita sehingga bisa memilah-milah mana yang baik untuk kita, mengapa A begitu menarik perhatian dan mengapa B sepertinya malas untuk dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini cukup lengkap menjelaskan cara bagaimana pikiran kita diprogram secara tidak sadar oleh Virus AkalBudi, memahaminya, dan memberikan tips cara memprogram ulang pikiran kita supaya bisanya tidak ikut-ikutan saja.</p>
<p>Cover :</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 170px">
	<img title="Buku - Virus AkalBudi" src="http://www.gramediashop.com/images/preview/9789799100283.jpg" alt="Buku - Virus AkalBudi" width="170" height="275" />
	<p class="wp-caption-text">Buku - Virus AkalBudi</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Buku ini terjemahan dari Richard Brodie yang berjudul &#8220;Virus of The Mind&#8221;, merupakan best seller di Amazon, penulisnya merupakan author dari aplikasi Microsoft Word, Chairman-nya Bill Gates, pantas saja bagus.</p>
<p>Buku ini di Gramedia harganya 45 ribuan, tapi kemarin saya beli karena cuci gudang jadi cuman 15 ribu saja, hoki euy <img src='http://www.munggaran.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.munggaran.com/2009/07/14/virus-akal-budi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
